hotel pulau lombok

Ada beberapa cara untuk berbasah-basah ria di tempat wisata di Pulau Lombok ini. Anda bisa bermain Air di pantai Lombok, atau bisa juga dengan mengunjungi air terjun. Jangan salah, Anda bisa mendapatkan semuanya di Pulau Lombok ini. Jika Anda menginginkan suasana yang sejuk dan segar sembari bermain air, maka wisata alam air terjun adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi.
Anda bisa mengunjungi beberapa air terjun di Pulau Lombok. Beberapa diantaranya berada di kaki Gunung Rinjani. Jika Anda ingin melihat air terjun yang menakjubkan, coba kunjungi Air Terjun Benang Kelambu. Karena mungkin saja air terjun ini merupakan air terjun yang terindah di Indonesia yang pernah Anda lihat.
Air Terjun Benang Kelambu adalah air terjun yang paling terkenal di Pulau Lombok. Wisata alam air terjun ini berada di kaki Gunung Agung, tepat di tengah-tengah Pulau Lombok. Air Terjun Benang Kelambu terletak sekitar 32 Kilometer dari Kota Mataram, atau sekitar 1 jam perjalanan. Anda bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik. Disarankan agar Anda bertanya pada penduduk setempat mengenai lokasi air terjun ini. Karena hanya ada satu tanda jalan menuju Air Terjun Benang Kelambu. Atau Anda juga bisa menanyakan pada petugas hotel atau agen tur.
Di pintu masuk air terjun ini, Anda hanya perlu membayar Rp. 5.000,- untuk masuk ke lokasi air terjun. Setelah Anda melewati gerbang masuk, Anda akan disambut dengan pepohonan yang rindang serta suasana yang damai dan sejuk. Jalan menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga Anda bisa menuju ke air terjun dengan nyaman. Di sepanjang sisi jalan Anda bisa menemui warung-warung  yang menjual makanan ringan dan minuman. Anda juga bisa mencicipi Nasi Kaput, sejenis nasi campur yang dengan bungkus kertas.
Jangan lupa untuk membawa minuman, karena Anda akan berjalan sejauh 500 Meter untuk mencapai lokasi air terjun. Di tengah perjalanan Anda akan mendengar suara gemuruh air terjun. Namun jangan salah, itu adalah suara gemuruh dari Air Terjun Benang Setokel. Ya, di lokasi ini terdapat dua air terjun. Anda bisa mampir sejenak di Air Terjun Setokel ini.
“Benang Setokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua terjunan, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar. Di bagian dasar air terjun terdapat cekungan yang besar dan cukup dalam. Sehingga untuk Anda yang bernyali, Anda bisa melompat dari pucuk air terjun ke kolam yang jernih dan segar tersebut. Dari kolam tersebut, air kemudian mengalir melalui sungai. Karena jernihnya, Anda bisa melihat dasar sungai. Jika Anda berkunjung bersama buah hati, Anda bisa mengajaknya bermain di sungai. Sungai ini cukup dangkal dan tenang. Sehingga putra-putri Anda bisa ikut merasakan kesegaran airnya.
Setelah menikmati Air Terjun Benang Setokel, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Benang Kelambu dengan berjalan kaki sejauh 1 Km. Namun jangan khawatir, Anda akan berjalan dibawah rerimbunan hutan. Di bagian sisi yang lain, Anda akan menemui area perladangan masyarakat setempat yang ditanami dengan berbagai tanaman. Seperti Nangka, Pisang, Kopi, dan lain sebagainya. Jika Anda tidak membawa makanan, Anda bisa membelinya di warung-warung di dekat gerbang masuk Air Terjun Benang Kelambu. Sekitar 100 Meter sebelum lokasi air terjun, jalanan mulai menanjak. Anda harus menaiki anak tangga. Di sisi anak tangga Anda bisa melihat parit dengan air yang jernih.
Sesampainya di lokasi, Anda akan terpana dengan Air Terjun Benang Kelambu yang begitu indah. Pada air terjun ini, air seolah-olah keluar dari rimbunan tumbuhan. Sebenarnya air terjun ini berasal dari banyak mata air, yang keluar langsung melalui celah-celah di sepanjang tebing. Namun karena tebingnya tertutup dengan tumbuhan yang tumbuh subur, terlihat seakan air keluar dari rimbunan tumbuhan tersebut. Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter.
Tak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam. Sehingga Anda hanya bisa berbasah-basah di bawah terjunan. Namun yang menarik adalah Anda bisa langsung meminum airnya, karena air tersebut langsung berasal dari mata air. Air tersebut kemudian mengalir ke sungai yang ada di bawah air terjun. Menjauh sedikit dari air terjun, Anda bisa beristirahat di bebatuan sembari menikmati kesejukan dan keindahan pemandangan sekitar. Di tempat inilah titik terbaik untuk melihat dan menikmati pemandangan Air Terjun Benang Kelambu yang mengagumkan.
Also mentioned: Benang setokel dan air terjun kelambu, pemandangan air terjun lombok, air terjun benang kelambu, benang setokel.Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam. Sehingga Anda hanya bisa berbasah-basah di bawah terjunan. Namun yang menarik adalah Anda bisa langsung meminum airnya, karena air tersebut langsung berasal dari mata air. Air tersebut kemudian mengalir ke sungai yang ada di bawah air terjun. Menjauh sedikit dari air terjun, Anda bisa beristirahat di bebatuan sembari menikmati kesejukan dan keindahan pemandangan sekitar. Di tempat inilah titik terbaik untuk melihat dan menikmati pemandangan Air Terjun Benang Kelambu yang mengagumkan.

Tips Berwisata

  • Jangan lupa untuk membawa handuk dan pakaian ganti.
  • Jika Anda berkunjung pada musim penghujan, jangan lupa untuk membawa payung atau jas hujan.
  • Berhati-hatilah ketika berada di bawah air terjun, karena bebatuannya licin dan tajam di beberapa tempat.
  • Pakailah alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
  • Jika Anda ingin mengabadikan lewat foto, pastikan kamera Anda terlindung dari percikan air.
  • Untuk menjaga kebersihan dan keasrian area air terjun, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.
  • Disarankan agar Anda beranjak sebelum jam 5 sore.

Informasi Tambahan dan Peta

  • Lokasi: Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
  • Harga tiket: Free.
  • Waktu terbaik untuk berkunjung: Jam 09.00-12.00 WITA.
  • Fasilitas umum: • Fasilitas di Air Terjun Benang Setokel: Warung-warung makanan, mushola, lahan parkir. • Fasilitas di Air Terjun Benang Kelambu: Toilet, kamar ganti, tempat berteduh.
  • Hotel atau Resort terdekat: Exqisit Luxury VillaVerve Villas Resort & SpaMedana Resort

kuliner

mikasa cafe Raya No. Kecamatan Cibinong, Jl. Cikaret Al-Falah No.10, Harapan Jaya, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16914
0877-8309-1888
Gili Trawangan Island-Lombok.indah nya

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai "Tîr na Nôg" mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.
Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalahscuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor danspeedboat.
Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.
Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan. Kegiatan paling favorit dari para wisatawan di Gili ini yaitu Scuba Diving, Snorkeling, bermain kayak, dan berselancar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dijadikan tempat persinggahan orang orang Bugis dari Sulawesi yang kemudian menetap turun temurun disini bersama warga Sasak dan Bali.

Aktivitas di Gili trawangan[sunting | sunting sumber]

1.     Berenang
Akan sayang sekali jika pantai di Gili Trawaangan yang jernih tidak anda manfaatkan untuk berenang. Anda bisa berenang dengan suka hati bermain-main dengan kemilau air hijau disana. Tapi ingat ya, jangan sampai jauh ke tengah apalagi jika melewati rambu-rambu yang ada karena hal itu bisa berbahaya.
2.     Menyelam
Jika anda memiliki seritifikat menyelam, sebaiknya anda harus mencoba aktivitas diving di pantai karena anda pasti akan suka dengan kehidupan bawah laut disana. Anda bisa merasakan berenang diantra ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang indah. Wah, menakjubkan bukan? Tapi jika anda tidak memiliki sertifikat diving, anda tetap bisa meyelam asalkan menjalani kurus singkat di discovery scuba diving.
3.     Water sport
Ada lagi aktivitas seru lainnya yang berhubungan dengan olahraga air. Jika anda ingin bermain air namun tidak ingin terlalu berbasah-basah, anda bisa naik banan boat, jet sky atau pun lainnya. Banyak kok hotel yang juga menyediakan jasa water sport. Melakukan water sport bersama orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat pasti akan semakin menyenangkan.
4.     Bersepeda
Melakukan aktivitas sepeda santai di pagi atau sore hari di Gili Trawangan juga akan membuat hari anda berlalu indah. Anda bisa bersepeda menyusuri tepi pantai sambil memandang deburan ombak. Sesekali menuntun sepeda sambil menunggu sunrise atau sunset pasti juga akan jadi hal yang menyenangkan. Udara segar dan bebas polusi di tempat tersebut tentunya juga akan membuat anda lebih santai dalam mengendarai sepeda dan benar-benar merasakan berbaur dengan alam.
5.     Jalan Kaki
Jalan kaki merupakan olahraga yang baik lho untuk kesehatan tubuh. Jadi tak ada salahnya jika anda liburan sambil menerapkan kebiasaan berjalan kaki. Anda bisa berjalan kaki menuju pantai dan menyusuri tepi pantai. Jalan kaki diantara deburan ombak yang akan membuat kaki berkcipak basah juga seru dilakukan.
6.     Naik Cidomo
Jalan-jalan mengelilingi Gili Trawangan sore hari dengan cidomo merupakan hal menyenangkan yang juga bisa anda coba. Anda jadi bisa bersantai sekaligus menikmati pemandangan sore hari di atas kereta kuda bersama keluarga dan sahabat anda.
7.     Berfoto
Sesi berfoto juga merupakan aktivitas penting yang tak boleh anda tinggalkan. Memang sih dari sekian banyak aktifitas lainnya, kegiatan berfoto jadi tidak terlalu penting bagi anda yang tak suka narsis di depan kamera. Tapi foto nantinya akan terasa kegunaannya setelah anda sudah meninggalkan tempat ini. Kalau pun anda tidak mau berfoto selfie, anda bisa mengambil gambar pemandangan alam disini yang nantinya akan menjadi saksi kalau anda pernah ke Gili Trawangan.
8.     Berkuda
Di Gili trawangan juga ada istal tempat pacuan kuda, yang terknal adalah sunset stables dan stud tables. Mengendarai kuda di tempat seindah Gili Trawangan pasti akan sangat mengasyikkan. Jika ingin berkuda anda harus menyediakan dana Rp.250.000/ jamnya.
9.     Berwisata Kuliner
Tak lengkap rasanya jika anda hanya menikmati pemandangan alam tanpa mencoba makanan enak yang ada di Gili Trawangan. Sesekali sempatkanlah berjalan-jalan ke kafe untuk berburu makanan lezat di tempat ini. Kebanyakan kafe memang menjual makanan asing, diantaranya: menu makanan cina, menu makanan amerika, dll. Tapi jika anda tidak suka dengan menu-menu tersebut, jalan-jalan saja di tempat yang banyak terdapat pedagang kaki lima dan anda pun bisa menikmati es krim di pinggir jalan, jus, rujak, atau pun makanan yang tak kalah enak lainnya.

rosa ida kuliner

Iklan sebentar ah menu hari ini uda matang masak yg simpel ajah biar bisa kerjain yg lain 😊😚 menu hari ini gulai pala kakap dan bakwa sayur  masakan betawi


kuliner eropa

Makanan tentunya menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi tubuh kita sebagai makhluk hidup. Bayangkan saja jika kita hidup tanpa makanan. Pasti tubuh kita lama kelamaan semakin lemah dan lama kelamaan jatuh sakit hingga menghembuskan nafas yang terakhir kalinya apabila sudah berhari-hari tak makan. Makanan manusia pun bervariasi dan tergantung dari kesukaan, kemampuan, kebutuhan, rutinitas, dan juga selera. Tiap orang punya selera sendiri-sendiri dalam menentukan makanan kesukaannya. Selain itu seseorang juga memiliki kebencian atau tidak suka pada beberapa jenis makanan tertentu.

Semua itu juga tergantung dari tempat tinggalnya, jika kita orang Indonesia pasti sebagian besar makanan pokok kita adalah nasi. Dan juga ada yang memakan sagu untuk beberapa wilayah bagian timur Indonesia sebagai makanan pokoknya. Namun tahukah sobat makanan orang Eropa ? Mari kita ketahui bersama dalam artikel yang singkat ini.Yang pertama adalah roti, seperti yang kita tahu bahwa roti mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga dapat membuat manusia semakin berenergi ketika mengkomsumsinya. Roti pun ada bermacam-macam jenis, bermacam-macam rasa, dan bermacam-macam kombinasi sehingga membuat mereka tidak pernah bosan ketika menyantapnya. Misalnya roti isi daging, roti isi keju, hamburger, dan sebagainya.

Yang kedua adalah kentang, di Eropa mungkin padi tidak terlalu bisa tumbuh lebih baik dari pada di Indonesia ini. Jadi mereka lebih sering menanam kentang daripada padi. Kentang yang gurih dan ada kesan rasa manis membuat mereka senang mengkomsumsinya dan dimasak atau diolah dengan berbagai karya yang dikombinasikan dengan berbagai bahan masakan lainya sehingga menghasilkan hasil masakan yang lezat dan yang pasti selalu mengandung asupan gizi yang cukup.

Yang ketiga adalah daging dan sayuran, daging dan sayuran juga sering dikomsumsi orang Eropa hingga ada yang menjadikan makanan pokoknya. Ya mungkin di Indonesia daging maupun sayuran adalah makanan untuk lauk pauk atau makanan pelengkap. Tapi lain halnya di Eropa malahan makanan ini yang sering dimakan mereka.

Dan yang pasti masih banyak lagi jenis makanan yang dikomsumsi sebagai menu makan orang Eropa. Mulai dari sarapan, makan siang, dan juga makan malam orang Eropa selalu menyiapkan makanan-makanan yang tentunya sangat lezat menurut lidah mereka.

wisata wit pacar

abis jalan dari XXi ramayana depok with pacar nonton film rings:Film ‘Rings’ (2017) kisahnya menceritakan seorang pelajar bernama Julia (Matilda Lutz) yang menjalani pacaran jarak jauh dengan kekasihnya bernama Holt (Alex Roe). Khawatir akan hubungan mereka yang semakin renggang, Julia memutuskan untuk pergi menemui Holt.
Setibanya di tempat Holt, Julia mendapatkan jika pacarnya itu adalah anggota dari sebuah klub yang menyebarkan video terkutuk Samara. Selain itu, Julia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa Holt telah menonton video tersebut enam setengah hari lalu, yang artinya hari ini kekasihnya akan mati.
Kutukan tersebut telah membawa mereka kembali bersama, sekaligus juga mengancam nyawa mereka. Mereka harus menemukan jalan untuk menghentikan kutukan Samara sebelum terlambat.
wisata cikarteg

wisata cikarteg

Berakit-rakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Tak apalah sedikit ulur emosi didera kemacetan di tol dan kekacauan lalu lintas di sekitar Pasar Cikereteg, Jalan Bogor-Sukabumi. Sebab, Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten BogorJawa Barat, dengan panoramanya yang menawan bersama si ”slebor” setia menunggu untuk mengobati segala kelelahan.
Sebagian warga Jakarta yang biasa mencari kesegaran di Bogor dan Puncak mungkin sudah cukup mengenal Desa Pancawati. Di desa ini ada banyak penginapan, seperti vila atau resor, dengan segudang fasilitas, misalnya outbound, trekking, permainan anak, kolam renang, dan kelengkapan lain. Tentu saja udara sejuk di kaki Gunung Salak tetap menjadi daya tarik utama yang ditawarkan.
Mencari Desa Pancawati tidak sulit. Dari Ciawi, pilih jalan menuju Sukabumi. Setelah perjalanan lebih kurang 4,5 kilometer melewati kompleks Lapangan Golf dan Perumahan Rancamaya, sampailah di pertigaan Pasar Cikereteg. Belok saja ke kiri. Di pertigaan inilah gangguan berupa padatnya jalan karena pasar tumpah ke jalan, angkutan umum, ojek, serta pengunjung pasar yang parkir seenaknya bakal mendera.
Tak sampai 500 meter, gangguan akan berlalu. Perjalanan terasa mulai nyaman menembus jalan aspal yang cukup dilalui dua mobil berpapasan dan relatif lengang. Selain rumah-rumah penduduk, di kanan-kiri jalan ada beberapa lokasi pembibitan tanaman. Bagi yang hobi bertanam, bolehlah mampir barang sebentar.
Sekitar 3 kilometer kemudian, tak jauh dari satu-satunya menara base transceiver station di kawasan itu, bersiaplah karena ada tempat-tempat yang sayang jika terlewatkan.
Memetik ”slebor”
Mau yang lebih otentik di Pancawati? Yuk, mampir ke Villa Salak. Penunjuk lokasi Villa Salak berada beberapa meter sebelum dua kompleks vila dan ekowisata besar, yaitu Lembur Pancawati dan The Village, tepatnya di sebelah kanan jalan. Jangan sampai terlewat karena papan penunjuk lokasi tidak terlalu mencolok. Jadi, jangan segan bertanya kepada warga setempat agar tak tersesat.
Jalan menuju Villa Salak hanya berupa tanah yang diperkeras, melewati perkampungan dan persawahan, serta hanya cukup dilalui satu mobil kecil. Villa Salak dengan nama resmi Pusat Pelatihan, Pertanian, dan Pedesaan Swadaya mengusung slogan ”Desaku Makmur Masa Depanku”.
”Ini memang tempat yang didedikasikan untuk berbagi ilmu bagaimana membangun satu desa satu produk unggulan. Di sini pelatihan mencari ilmu tak harus serius di dalam kelas, tapi langsung ke lapangan, berdiskusi, sekaligus outbound, berenang, atau bermain apa saja,” kata Elyas Marah (77), pemilik sekaligus pengelola Villa Salak.
Elyas, laki-laki asal Rokan Hulu, Riau, lulusan Institut Pertanian Bogortahun 1956 itu menghabiskan sebagian masa mudanya di Pulau Jawa, khususnya Bogor. Elyas pernah menjabat sebagai dosen, staf ahli Menteri Pertanian pada masa pemerintahan Soeharto, anggota DPR tahun 1997-1998, dan ahli penggerak program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sebuah perusahaan kertas ternama di Riau. Pada masa pensiunnya, ia memilih kembali ke Bogor, tepatnya di Desa Pancawati.
”Sekitar tahun 2004, saya lihat tempat ini begitu indah karena bisa memandang langsung Gunung Salak. Jadi, mengapa tidak ada kebun salak di sini. Kalau ada kebun salak, kenapa tidak ada vila salak di sini pula?” demikian kisah berdirinya Villa Salak.
Berbekal pengalaman saat mengelola program CSR di Riau, yang salah satunya mendomestikasi salak pondoh asal Sleman, Yogyakarta, Elyas pun mencoba menanam salak di Pancawati.
”Dirintis dari lahan hanya beberapa ratus meter, sekarang sudah ada 5 hektar kebun salak. Ada 11.000 pohon salak yang saya beri nama salak slebor alias Sleman-Bogor organik karena benar-benar 100 persen dikelola secara organik, tanpa pupuk kimia, hanya pupuk dari kotoran domba,” kata Elyas.
Kebun salak dikelola 20 petani setempat. Usaha Elyas tak sekadar melibatkan 20 petani itu, tetapi juga warga setempat sebagai pembuat pupuk organik, pengelola vila lengkap dengan penginapan, dan pemandu aneka kegiatan wisata bagi para tamu.
Villa Salak menerima pengunjung keluarga kecil terdiri dari 3-4 orang hingga rombongan besar. Kapasitas maksimal tempat ini 100 orang.
”Dengan biaya Rp 175.000 per orang, sudah bisa menginap, berkegiatan, dan mendapat makan serta makanan ringan,” ujarnya.
Pondok-pondok bersih dan nyaman, meski tanpa fasilitas pendingin ruangan dan televisi, siap menampung wisatawan. Selain memetik langsung salak slebor dari kebun, ada kegiatan pelatihan budidaya dan pembibitan, manajemen usaha tani, wisata buah dan sayuran, berkemah, fasilitas outbound, dan kolam renang.
Wisata lestarikan alam
Lembur Pancawati, pusat ekowisata di Desa Pancawati, juga tak kalah menarik. Manajer Operasional Lembur Pancawati Aming Hidayat mengatakan, tempat yang dikelola tersebut adalah kompleks vila, kafe dan rumah makan, serta pusat ekowisata berbasis komunitas pertama di Desa Pancawati. Lembur Pancawati dibuka sejak tahun 1999.
”Pemilik, penggagas, dan yang merealisasikan tempat ini, Frans Tumiwa, berusaha mewujudkan sebuah lokasi yang dekat dengan alam. Tempat ini dikelola sesuai bentuk aslinya, ada lembah, sungai, sawah, air terjun, dan rumpun bambu,” ungkap Aming.
Lembur Pancawati memang amat teduh dengan pohon-pohon besar yang dibiarkan seperti aslinya. Bangunan dari bambu, kayu, ijuk, serta bahan alami lain amat memikat. Ada kafe dan pondok-pondok penginapan yang langsung berbatasan dengan hamparan sawah. Ada juga saung bambu di tepi lembah dengan tiang-tiang berupa pohon besar nan rindang. Berdiri di lahan seluas 16 hektar, meskipun ada ratusan pengunjung, tempat ini tetap hening dan sejuk.
Lembur Pancawati menyediakan paket menginap di pondok atau tenda yang sudah termasuk layanan tiga kali makan dan dua kali makanan ringan. Biaya per orang sebesar Rp 100.000-Rp 190.000, tergantung menginap atau tidak.
”Minuman kopi, teh, dan air putih bisa didapat sepanjang hari. Ada aula atau tempat rapat, juga fasilitas sound system. Namun, yang berminat sebaiknya memesan dulu minimal satu bulan sebelumnya. Kami juga hanya menerima rombongan minimal 20 orang. Kapasitas maksimal 200 orang,” kata Aming.
Selain dua kolam renang dari mata air di tengah lembah, di Lembur Pancawati juga ada teater alam terbuka, sarana bulu tangkis, bola voli, dan sepak bola mini. Ada pula rumah pohon dan taman bermain untuk anak-anak, dua lokasi api unggun, fasilitas berperahu di danau, air terjun, wahana bermain dan mandi di sungai, lahan perkemahan, trek joging, jalur trekking, dan pemancingan. Kegiatan berkelompok lain adalah pertunjukan angklung sekaligus belajar musik tradisional, ke pusat olahan susu kedelai, dan melihat kegiatan masyarakat desa, seperti menanam padi.
Oh ya, di kafe Lembur Pancawati ada menu es krim tumiwa. Rasa cokelat dan vanilanya mantap benar!